Click Here For Free Blog Templates!!!
Blogaholic Designs
Isnin, 13 Januari 2014

Entry pertama 2014

Assalammualaikum semua..


Salam Maulidul Rasul 1435H/2014M.

Terasa lama juga tidak update blog. Tengah hari ini sementara menunggu encik abg balik dari mengajar sempat juga curi masa untuk login blog & menulis entry pertama untuk tahun 2014.

Semperna hari kelahiran insan yang mulia & teragung iaitu junjungan tercinta Nabi Muhammmad S.A.W., marilah kita memperbanyakkan selawat ke atasnya. Dengan terbiah &  perjuangannya dalam menegakkan agama Allah, maka pada hari ini kita dapat merasai nikmat ISLAM.

 اَللَّهُمَّ صَلِّ َعلى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آِل سيدنا مُحَمَّدٍ


Mudah-mudahan kita menjadi umat yang sentiasa merindui Rasulullah S.W.A & menjadikan sunnah & hadisnya sebagai panduan hidup dalam menjalani liku-liku kehidupan. InsyaAllah.
 

Bila dikenang semula, sebenarnya  hari ini juga adalah hari pertunanganku dengan suami pada tahun lepas. Kami bertunang pada 12 Rabiulawal 1434H/ 24 Januari 2013M. Statusku dari seorang gadis single bertukar kepada tunangan orang. Cehh wahh.. hehehehe. Masihku ingat lagi kata-kata dari kakak iparku selepas selesai majlis pertunangan. "Wahh...kakngah sekarang dah jadi tunangan orang". Ku hanya diam & tersenyum malu :)

Sudah setahun berlalu & hari ini 12 Rabiulawal 1435H/14 Januari 2014M Alhamdulillah status kami kini suami isteri :) Hari ini genap 7 bulan 14 hari kami hidup sebagai suami isteri. Usia perkahwinan yang terlalu muda. Banyak lagi yang perlu kami belajar & memperbaiki diri ini agar bahtera rumah tangga yang dibina pada 1 Jun 2013 sentiasa dalam rahmatNYA.

Alhamdulillah... Syukur padaMu Ya Allah. Tidak pernahku menduga & merancang semua ini. Engkau aturkan hidupku satu persatu sehingga ianya sempurna. Walaupun diri ini banyak berbuat dosa, tetapi diri ini tetap merasai rezeki & nikmatMU. Allah Allah Allah :"(



Wa'salam...


Ahad, 15 September 2013

Jangan Sebut Anak Anda “Nakal”


Selamat  Membaca....

“Anak saya ini nakal sekali”, kata seorang ibu.
“Kamu itu memang anak nakal”, kata seorang bapak.
Kalimat itu sering kita dengarkan dalam kehidupan sehari-hari. Sangat sering kita mendengar orang tua menyebut anaknya dengan istilah nakal, padahal kadang maksudnya sekadar mengingatkan anak agar tidak nakal. Namun apabila anak konsisten mendapatkan sebutan nakal, akan berpengaruh pada dirinya.

Predikat-predikat buruk memang cenderung memiliki dampak yang buruk pula. Nakal adalah predikat yang tak diinginkan oleh orang tua, bahkan oleh si anak sendiri. Namun, seringkali lingkungan telah memberikan predikat itu kepada si anak: kamu anak nakal, kamu anak kurang ajar, kamu anak susah diatur, dan sebagainya. Akibatnya, si anak merasa divonis.

Hindari Sebutan Nakal

Jika tuduhan nakal itu diberikan berulang-ulang oleh banyak orang, akan menjadikan anak yakin bahwa ia memang nakal. Bagaimanapun nakalnya si anak, pada mulanya tuduhan itu tidak menyenangkan bagi dirinya. Apalagi, jika sudah sampai menjadi bahan tertawaan, cemoohan, dan ejekan, akan sangat menggores relung hatinya yang paling dalam. Hatinya luka. Ia akan berusaha melawan tuduhan itu, namun justru dengan tindak kenakalannya yang lebih lanjut.
Hendaknya orang tua menyadari bahwa mengingatkan kesalahan anak tidak identik dengan memberikan predikat “nakal” kepadanya. Nakal itu —di telinga siapa pun yang masih waras— senantiasa berkesan negatif. Siapa tahu, anak menjadi nakal justru lantaran diberi predikat “nakal” oleh orang tua atau lingkungannya!

Mengingatkan kesalahan anak hendaknya dengan bijak dan kasih sayang. Bagaimanapun, mereka masih kecil. Sangat mungkin melaku­kan kesalahan karena ketidaktahuan, atau karena sebab-sebab yang lain. Namun, apa pun bentuk kenakalan anak, biasanya ada penyebab yang bisa dilacak sebagai sebuah bahan evaluasi diri bagi para pendidik dan orang tua.

Banyak kisah tentang anak-anak kecil yang cacat atau meninggal di tangan orang tuanya sendiri. Cara-cara kekerasan yang dipakai untuk menanggulangi kenakalan anak seringkali tidak tepat. Watak anak sebenarnya lemah dan bahkan lembut. Mereka tak suka pada kekerasan. Jika disuruh memilih antara punya bapak yang galak atau yang penyabar lagi penyayang, tentu mereka akan memilih tipe kedua. Artinya, hendaknya orang tua berpikiran “tua” dalam mendidik anak-anaknya, agar tidak salah dalam mengambil langkah.

Sekali lagi, jangan cepat memberi predikat negatif. Hal itu akan membawa dampak psikologis yang traumatik bagi anak. Belum tentu anak yang sulit diatur itu nakal, bisa jadi justru itulah tanda-tanda kecerdasan dan kelebihannya dibandingkan anak lain. Hanya saja, orang tua biasanya tidak sabar dengan kondisi ini.

Ungkapan bijak Dorothy Law Nolte dalam syair Children Learn What They Live berikut bisa dijadikan sebagai bahan perenungan,

Bila anak sering dikritik, ia belajar mengumpat
Bila anak sering dikasari, ia belajar berkelahi
Bila anak sering diejek, ia belajar menjadi pemalu
Bila anak sering dipermalukan, ia belajar merasa bersalah
Bila anak sering dimaklumi, ia belajar menjadi sabar
Bila anak sering disemangati, ia belajar menghargai
Bila anak mendapatkan haknya, ia belajar bertindak adil
Bila anak merasa aman, ia belajar percaya
Bila anak mendapat pengakuan, ia belajar menyukai dirinya
Bila anak diterima dan diakrabi, ia akan menemukan cinta.

Cara Pandang Positif

Hendaknya orang tua selalu memiliki cara pandang positif terhadap anak. Jika anak sulit diatur, maka ia berpikir bahwa anaknya kelebihan energi potensial yang belum tersalurkan. Maka orang tua berusaha untuk memberikan saluran bagi energi potensial anaknya yang melimpah ruah itu, dengan berbagai kegiatan yang positif. Selama ini anaknya belum mendapatkan alternatif kegiatan yang memadai untuk menyalurkan berbagai potensinya.

Dengan cara pandang positif seperti itu, orang tua tidak akan emosional dalam menghadapi ketidaktertiban anak. Orang tua akan cenderung introspeksi dalam dirinya, bukan sekadar menyalahkan anak dan memberikan klaim negatif seperti kata nakal. Orang tua akan lebih lembut dalam berinteraksi dengan anak-anak, dan berusaha untuk mencari jalan keluar terbaik. Bukan dengan kemarahan, bukan dengan kata-kata kasar, bukan dengan pemberian predikat nakal.
“Kamu anak baik dan shalih. Tolong lebih mendengar pesan ibu ya Nak”, ungkapan ini sangat indah dan positif.

“Bapak bangga punya anak kamu. Banyak potensi kamu miliki. Jangan ulangi lagi perbuatanmu ini ya Nak”, ungkap seorang bapak ketika ketahuan anaknya bolos sekolah.
Semoga kita mampu menjadi orang tua yang bijak dalam membimbing, mendidik dan mengarahkan tumbuh kembang anak-anak kita. Hentikan sebutan nakal untuk mendidik anak-anak.

~TIPS IBU BAPA GENIUS~


Selamat Membaca....

1. Jangan pukul anak dari lutut ke atas.

2. Jangan gunakan tangan/anggota tubuh kita utk memukul anak dengan tangan dan jangan sesekali menampar anak pakai tangan kita. nanti anak jadi bertambah degil dan nakal dan tak boleh control.

3. Rotan/pukul anak di telapak kakinya . Secara saintifiknya ada kaitan dengan refleksologi dan merangsang ke bahagian otak.

Sabda Rasulullah SAW

“Berguraulah dengan anak kamu kala usianya satu hingga tujuh tahun. Berseronok dengan mereka, bergurau hingga naik atas belakang pun tak apa. Jika suka geletek, kejar atau usik anak asalkan hubungan rapat. Lepas tujuh hingga 14 tahun kita didik dan ajar, kalau salah pukullah dia (sebagai pengajaran)”

4. Mulakanlah hidup anak anda dengan nama panggilan yang baik. Nama panggilan yang kurang baik akan menyebabkan anak anda malu dan merasa rendah diri. (Dalam Islam sendiri nama panggilan yang baik adalah digalakkan).

5. Berikan anak anda pelukan setiap hari (Kajian menunjukkan anak yang dipeluk setiap hari akan mempunyai kekuatan IQ yg lebih kuat daripada anak yang jarang dipeluk).

6. Pandanglah anak anda dengan pandangan kasih sayang (Pandangan ini akan membuatkan anak anda lebih yakin diri apabila berhadapan dengan persekitaran).

7. Berikan peneguhan setiap kali anak anda berbuat kebaikan (Berilah pujian, pelukkan, ciuman, hadiah ataupun sekurang-kurangnya senyuman untuk setiap kebaikan yang dilakukannya).

8. Janganlah mengharapkan anak anda yang belum matang itu melakukan sesuatu perbuatan baik secara berterusan, mereka hanya kanak-kanak yang sedang berkembang. Perkembangan mereka buatkan mereka ingin mengalami setiap perkaratermasuklah berbuat silap.

9. Apabila anda berhadapan dengan masalah kerja dan keluarga,pilihlah keluarga (Seorang penulis menyatakan anak-anak terus membesar. Masa itu terus berlalu dan tak akan kembali).

10. Di dalam membesarkan dan mendidik anak-anak, janganlah tuan/puan mengeluh. Keluhan akan membuatkan anak-anak merasakan diri mereka beban.

11. Dengarlah cerita anak anda, cerita itu tak akan dapat anda dengari lagi pada masa akan datang. Tunggu giliran anda untuk bercakap (Ini akan mengajar anak anda tentang giliran untuk bercakap)

12. Tenangkan anak anda setiap kali mereka memerlukannya.

13. Tunjukkan kepada anak anda bagaimana cara untuk menenangkan diri. Mereka akan menirunya.

14. Buatkan sedikit persediaan untuk anak-anak menyambut harijadinya. Sediakanlah hadiah harijadi yang unik walaupun harganya murah. Keunikan akan membuatkan anak anda belajar menghargai. (Anak2 yg dtg daripada persekitaran yang menghargai akan belajar menghargai orang lain).

15. Kemungkinan anak kita menerima pengajaran bukan pada kali pertama belajar. Mereka mungkin memerlukan kita mengajar mereka lebih daripada sekali.

16. Luangkanlah masa bersama anak anda diluar rumah, peganglah tangan anak-anak apabila anda berjalan dengan mereka. Mereka tentu akan merasa kepentingan kehadiran mereka dalam kehidupan anda suami isteri.

17. Dengarlah mimpi ngeri anak-anak anda. Mimpi ngeri mereka adalah begitu real dalam dunia mereka.

18. Hargailah permainan kesayangan anak anda. Mereka juga dalam masa yang sama akan menghargai barang-barang kesayangan anda. Elakkan daripada membuang barang kesayangan mereka walaupun sudah rosak. Mintalah kebenaran mereka sebelum berbuat demikian.

19. Janganlah membiarkan anak-anak anda tidur tanpa ciuman selamat malam,

20. Terimalah yang kadangkala anda bukanlah ibubapa yang sempurna. Ini akan mengurangkan stress menjadi ibu bapa.

21. Jangan selalu membawa bebanan kerja pejabat ke rumah. Anak-anak akan belajar bahawa kerja pejabat selalunya lebih penting daripada keluarga.

22. Anak menangis untuk melegakan keresahan mereka tetapi kadangkala cuma untuk sound effect sahaja. Bagaimanapun dengarilah mereka, dua puluh tahun dari sekarang anda pula yang akan menangis apabila rumah mula terasa sunyi. Anak-anak anda mula sibuk mendengar tangisan anak mereka sendiri.



Sumber : Copy paste from FB.
Rabu, 19 Jun 2013

Hari Yg Penuh Bererti :)

Assalammualaikum  semua...

Alhamdulillah hari ini ku berkesempatan utk updated blog.

1 Jun 2013- Hari yang penuh bermakna dalam sejarah hidupku. Di Majjid At Taqwa, dengan sekali lafaz ku sah bergelar isteri kepada suamiku Abdul Matin. Masjid yang dibina dengan restu daripada ibu ayah & keluarga kedua-dua belah pihak mudah-mudahan hubungan kami ini dirahmati Allah hendaknya. InsyaAllah amin.











9:30 AM : Sebelum pergi ke masjid, sempat lagi bergambar dengan ayahanda & keluarga :)




Jomm..kita ke masjid :) 
Masa ini hati sudah mula terasa berdebar....




Sementara menunggu rombongan keluarga pengantin lelaki tiba di masjid, kita snap gambar lagi, hehehe. 




My BF & merangkap selaku orang kuatku, hehehe.











   
Bergambar dengan keluarga suami. Oppss kecuali yang duduk disebelah saya & suami tu adik & ayahandaku ye..

Alhamdulillah perjalan majlis pernikahanku pada hari itu semuanya berjalan dengan lancar & baik.


Oklah setakat ini shj yg dapat sy kongsikan. Nak cerita panjang lebar pun tak ada apa yang menarik tentang majlis pernikahanku ini. Hanya majlis yang simple & sederhana sahaja namun ku sangat bersyukur di atas kurniaan seorang teman hidup yang telah Allah beri & tetapkan untukku. Alhamdulillah....Perasaanku tetap gembira seperti orang lain juga yg menjadi raja sehari :)


Sekian wa'salam...

Ahad, 12 Mei 2013

Saya Tak Ada Motivasi ??

Petikan dari blog Wardiana Saffiyah.

Selamat membaca....

Kadang kala ada yang merungut.."saya tak ada motivasi langsung Kak Dina” Apa itu motivasi? Mari kita cuba kenali. Motivasilah yang akan membimbing diri dan tingkahlaku kita, ianya tidak dapat dilihat dengan mata kasar tetapi MOTIVASI mempunyai pengaruh yang sangat BESAR dalam menentukan masa depan dan kesejahteraan hidup kita semua.

Adakah anda orang yang penuh dengan motivasi atau sebaliknya? Moga Allah melindungi kita dari sifat malas dan tidak bermotivasi. Ahli psikologi mendefinasikan motivasi sebagai suatu proses dalaman yang akan mempengaruhi tingkahlaku “ the internal process that activates, guide and maintain behavior” Motivasi memberi kita SEBAB kenapa kita melakukan sesuatu perkara.
Saya belajar dari teori psikologi bahawa terdapat dua faktor motivasi yang akan mendorong kita melakukan sesuatu.

1) Motivasi DALAMAN (Internal)
2) Motivasi LUARAN (external)

Persoalan sekarang, biasanya apabila anda melakukan sesuatu, adakah anda bermotivasi dari dalam atau anda melakukannya kerana motivasi luaran?

Motivasi DALAMAN - ini lahir dari dalam jiwa kita secara semulajadi. Ini termaksuklah keperluan fisiologi kepada makanan dan minuman, keperluan psikologi dan keperluan sosial. Ianya lahir dari minat.. minat datangnya dari dalam. Apabila kita berMINAT dengan agama, maka kita bermotivasi untuk belajar mengenainya. Kita minat dengan muzik kita bermotivasi untuk menghafal dan ambil tahu tanpa apapun bayaran.Dan apabila minat itu lahir dari dalam kita biasanya tak perlukan apa-apa habuan pun tidak mengapa, kita tak kisah. Katalah pelukis, minat sangat melukis habis berjam-jam melukis, tak makan, tak minum tak apa, kadangkala bukannya ada orang beli pun, tapi dia tetap buat dan si pelukis ini puas. Puasnya datang dari dalam. Puas hati dan gembira. Ada orang suka tolong orang, suka jadi sukarelawan, tak dapat apa pun tapi dia MINAT. Jadi MINAT merupakan salah satu faktor penting yang akan mendorong kita. Tanya kembali-apa yang anda minat?




Motivasi LUARAN - pula datangnya dari persekitaran. Dari habuan, hadiah, insentif ganjaran, takut hukuman, pujian. Misalnya belajar sebab nak A bukan sebab MINAT belajar, itu pun faktor luaran juga. Motivasi luaran boleh jadi sesuatu yang berbentuk material atau tidak. Pujian bukan material tetapi ia tetap dikira sebagai habuan. Kita buat sesuatu untuk mendapatkan sesuatu atau untuk mengelak hukuman. . Ianya bebreza dari motivasi dalaman.

Hari ini saya ingin mengajak pembaca dan diri saya untuk melakukan sesuatu dan untuk kita bersama-sama mencari motivasi dalaman kita. MOTIF kita BUKAN untuk mendapatkan benda semata.

Ada kritikan pedas yang diberikan oleh pakar mengenai motivasi luaran. Jika kita melakukan sesuatu hanya untuk habuan…berhati-hati kerana MOTIVASI LUARAN MENCURI MOTIVASI DALAMAN.

Contoh?

Kata seorang ahli sukan (Deckers, 2005) “Saya dahulu suka sangat bersukan, sehingga lah saya dibayar, kemudian saya melakukannya kerana wang bukan lagi kerana minat”
Satu kajian menunjukkan bahawa guru yang bekerja untuk wang lebih SUKAR dan mengambil masa yang lebih LAMA unuk mencari idea, cepat marah dan menunjukkan prestasi yang kurang memberangsangkan dari mereka yang tidak dibayar/tidak melakukannya kerana wang” –Chicago Erikson Institute Advanced Studies in Child Development-

Tapi tak semua ganjaran itu buruk, ianya kadangkala memang diperlukan. Namun saya tetap berpendapat bahawa ganjaran dalaman adalah jauh lebih baik seperti kata arwah mendiang Steve Jobs – “Do something because you love it…OR if you don’t, find a way to love it.” Cari jalan untuk suka apa yang kita lakukan, Seperti kata Prof Al Mahdi pengasas Khalifah Method. Anak-anak kita (diri kita juga) perlu dilatih memberi ganjaran sendiri apabila kita melakukan kebaikan dan meninggalkan dosa. Gembira dari dalam bila kita buat baik dan sedih dari dalam bila kita buat benda yang tidak baik.

Perlu juga diingat bahawa motivasi kita ini sering berubah dipengaruhi oleh pelbagai faktor. Manusia ini tak pernah statik. Iman turun naik, motivasi pun apatah lagi. Motivasi kita melakukan sesuatu banyak berkait rapat dengan EMOSI kita. Jika kita gembira biasanya motivasi akan naik kerana hormon seperti dopamine dan serotonin juga naik. Bila kita sedih kita rasa penat dan tak bermaya, jadi ini juga akan mempengaruhi motivasi kita. Walaupun tak semestinya kerana kadangkala kekecewaan, kegagalan dan kesedihan memberi kita lebih banyak motivasi untuk merubah diri dan berjaya.

Tetapi apakah motivasi paling berkesan untuk saya? Itulah dia janji dan ayat Allah di dalam Quran… bukalah baca.. baca dan bacalah lagi dan lagi.
Dua ayat pendek ini cukup untuk memberi saya dan seharusnya kita semua motivasi. Ayat Quran penuh dengan motivasi… penuh dengan pengharapan dan peringatan.


“Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan sebesar zarah, nescaya dia akan melihat balasannya” “Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan sebesar zarah nescaya dia akan melihat balasannya” 99:7-8
Zarah itu kecil, terlalu kecil..oh sungguh kecil! Orang Islam didorong dan bermotivasi kerana Iman. Apa khabar Iman kita?. Tanya diri apabila kita tidak bermotivasi.
Wallahu'alam
Sabtu, 4 Mei 2013

Shoes For Our Ceremony

Assalammualaikum semua...


Simple pilihan saya :)





Pemberian daripada cinta hatiku. Thank you so much :)


Sekian wa'salam...

Rumah Kami

Assalammualaikum semua..

Lama rasanya tak update blog dek kesibukkan dengan kerja, huhuhu. Alhamdulillah, petang sabtu ni sempat curi masa untuk online blog.

Hari sabtu yang lepas first time saya bersama cinta hati pergi tengok rumah yang bakal diduduki nanti . Rumah kepunyaan emak ayah yang lebih 15 tahun tidak berpenghuni dan akhirnya 1 Jun ini akan ada penghuninya. Siapa ? Kamilah, hehehe. InsyaAllah.

Walaupun hanya rumah flat tetapi ianya sudah cukup besar rahmat buat kami. 



 Keadaan rumah sebelum dan selepas renovate & dibersihkan.




Keluasan rumah kami ni kecil jer tapi Alhamdulillah, sesuailah untuk kami yang bakal memulakan hidup baru berumah tangga. Barang pun tak banyak lagi, kiranya ok lah untuk berteduh dari panas & hujan, hehehe.

Akhir sekali, saya mohon kawan2 doakan semoga apa yang kami rancang dimakbulkan oleh Allah & berjalan dengan lancar. InsyaAllah.

Sekian wa'salam.